Pagi-pagi sekali aku bersiap untuk lalui hari itu. Hari yang sudah aku janjikan hanya penuh dengan senyum dan tawa. Bangun tidur aku terus mandi dan memilih pakaian yang aku anggap bagus. Dan, tetap tersenyum..
Memang belum sarapan pagi itu, padahal saat itu sedang bulan ramadhan, tapi aku sedang berhalangan. Sambil duduk di teras depan rumah, aku menanti pangeranku datang..
Tujuh menit berlalu, akhirnya pangeran yang aku tunggu-tunggu pun datang menghampiri, menyapaku dengan senyum hangat dan menarik lembut tanganku, "ayo sayyang, lets get the happy day!" Sebuah kalimat yang membuat senyumku semakin merekah, indah.
Dia mengajakku pergi ke suatu tempat yang telah kita sepakati dua hari lalu, ke arah timur. Sambil melingkarkan kedua tanganku di perutnya, aku bersandar pada punggungnya. Kehangatan jiwa aku rasakan saat itu, lebih dari biasanya.
Dua jam berlalu, setelah membayar retribusi masuk, kita menghirup udara pagi yang masih cukup segar. Sudah sampai ditempat yang sudah kita rencanakan, Waduk Gajah Mungkur. Mencari-cari tempat yang nyaman, dan akhirnya pilihan kita jatuh pada tikar yang sudah disediakan oleh pencari rezeki disana, di bawah pohon talok, sangat sejuk sekali dengan pemandangan waduk yang khas.
*masih bersambung...*
N.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar